Rabu , Oktober 16 2019
Home / Kesehatan / Cara mengompres anak saat demam tinggi dengan benar

Cara mengompres anak saat demam tinggi dengan benar

Apotekilhamfarma.com. Selagi anak demam tinggi memanglah bikin tidak tenang. Anak jadi rewel serta sedikit merepotkan. Demam juga bikin anak sulit tidur, karna terasa tidak nyaman. Terdapat beberapa penyebabnya demam salah satunya karna flu, imunisasi, serta tumbuh gigi. Terdapat beberapa langkah untuk kurangi demam, satu diantaranya lewat cara mengompres.

Bila mom sampai kini mengompres anak dengan air dingin baiknya selekasnya hentikan rutinitas ini. Mengompres anak yang pas yaitu dengan air hangat. Air hangat efisien turunkan suhu badan pada anak. Dengan mengompres air hangat, jadi pusat suhu badan juga akan terima info kalau shu di sekitaran badan tengah hangat. Jadi badan juga akan dengan automatis turunkan suhunya.

Mengompres yang benar yaitu di lipatan badan bukanlah di dahi. Jadi tempatkan kompres pada ketiak serta lipatan paha. Hal semacam ini karna lipatan badan dilalui oleh pembuluh darah besar, yang berfungsui untuk berikan info pada otak untuk turunkan sushu badan. Hingga demam juga hilang.

Sesudah mengompres, keringkan sisi badan yang basah dengan handuk kering. Gunakan kembali pakaiannya. Bila pakaian mulai basah karna keringat, baiknya ubah pakaian anak dengan pakaian yang kering serta bersih. Hal semacam ini menolong anak tetaplah nyaman serta demam selekasnya hilang.

Waktu demam selera makan juga umumnya alami penurunan. Untuk tingkatkan selera makan, buatkan sup ayam hangat. Sup yang enak serta hangat juga akan menghangatkan pencernaannya serta buat nyaman. Hingga selera makannya juga bisa selekasnya sembuh. Well, mudah-mudahan info ini berguna serta janganlah lupa untuk ganti kompres anak dengan air hangat alih-alih air dingin.

loading...

Disarankan baca juga

6 Hal yang Mesti Dikerjakan Pasien TBC Agar Tidak Menyebar Ke Orang Disekitarnya

Apotekilhamfarma.com – Tuberkulosis atau TBC adalah satu diantara penyakit menyebar yang dikarenakan kuman TB (mycobacterium …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *